Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga! Siapa yang tidak menginginkan kesuksesan seperti ini? Kesuksesan adalah impian semua orang. Lalu, kapan kesuksesan itu diperoleh? Jawabannya tentu bisa kapan saja. Bahkan, kita tidak perlu menunggu tua untuk bisa menjadi kaya raya. Buktinya, di Indonesia ini banyak sekali pemuda yang berhasil meraih kesuksesan di usia muda. Mau tahu siapa saja mereka? Yuk kenalan sambil belajar dari kisah inspiratif tiga pengusaha muda ini dalam meraih kesuksesan.

 

Merry Riana

Kisah inspiratif dari wanita yang dijuluki si gadis dengan mimpi sejuta Dollar ini pernah dituangkan dalam film berjudul namanya yang diperankan Chelsea Islan. Merry adalah entrepreneur sekaligus motivator muda yang sukses. Tapi jauh sebelum ia sukses, wanita kelahiran 1980 ini pernah mengalami kisah yang pahit. Merry yang sebenarnya berasal dari keluarga biasa saja memberanikan diri untuk melanjutkan sekolah di Nanyang Technological University, Singapura, karena adanya bantuan pinjaman senilai SGD 40.000 bagi pelajar Indonesia yang berprestasi dari Singapura. Saat sekolah di sana, Merry hanya hidup dengan uang saku senilai 10 SGD atau setara Rp 90.000 per minggu. Jumlah ini membuatnya terpaksa harus merasa “kecil” di antara teman-temannya, menahan lapar sewaktu-waktu, dan mati-matian bekerja sampingan. Pekerjaan-pekerjaan “rendahan” yang dijalaninya pun sering mendapat cibiran dari orang sekitar.

Namun saat ini, kesulitan itu berubah menjadi harta senilai USD 1 juta! Uang ini ia hasilkan perlahan mulai dari bekerja membagikan brosur, menjadi konsultan finansial, sampai akhirnya membangun perusahaan bernama Merry Riana Organization.

Rahasia dari kesuksesan Merry adalah keberaniannya untuk bermimpi besar. Bahkan kini Merry bermimpi untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi 1 juta orang di Asia. Semakin besar mimpi yang dimiliki, maka semakin besar usaha untuk mendapatakannya. Lalu, beranilah mengambil keputusan. Kisah Merry mengajarkan, hasil akhir tidak ditentukan dari apa keputusan yang diambil, melainkan bagaimana kita menjalani keputusan tersebut.

 

Hamzah Izzulhaq

Pantang menyerah adalah kata yang paling pas untuk menggambarkan kesuksesan pria sederhana kelahiran 1993 yang telah meraih sukses pada umur 18 tahun ini. Sejak Sekolah Dasar ia sudah mandiri. Mulai dari berjualan roti, buku, mengamen, sampai menjadi ojeg payung pernah ia lakukan untuk menambah uang jajan. Padahal, uang dari orangtuanya sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pun menggunakan uang itu untuk serius berbisnis pulsa saat kelas 1 SMA. Sayang, usahanya hanya berjalan tiga bulan

Kegagalan tidak membuatnya berhenti, Hamzah terus belajar mengenai bisnis dari buku-buku inspiratif tentang bisnis. Sisa tabungan yang ia punya dipakai untuk membeli mesin pembuat pin. Bisnis itu pun kembali gagal karena kurangnya pemahaman tentang bisnis ini.

Tapi Hamzah terus belajar. Tak hanya membaca buku, ia pun rajin mengikuti seminar tentang bisnis. Sampai akhirnya Hamzah bertemu orang yang mengajaknya untuk terjun ke bisnis bimbingan belajar. Berbekal pengalaman dan ilmu yang ia dapat, Hamzah memberanikan diri untuk take over satu cabang dari bisnis bimbel yang ditawarkan dengan meminjam uang sebesar 70 juta Rupiah dari ayahnya. Setelah sukses dengan bisnis bimbel, ia pun berani merambah bisnis sofa bed hingga property. Hasilnya, Hamzah bisa meraup uang hingga ratusan juta.

 

Hafiza Elfira

Semua pria pasti jatuh hati dengan sarjana UI kelahiran 1990 bernama Hafiza Elfira ini. Bagaimana tidak, selain muda, cantik, pintar, berprestasi, dan berjiwa sosial, Hafiza juga masuk ke dalam daftar pengusaha muda yang sukses.

Hafiza adalah pendiri Nalacity Foundation, sebuah program sosial yang awalnya jadi bagian dari Indonesia Leadership Development Program (ILDP) UI. Melalui program ini, Hafiza datang ke daerah untuk mencarikan solusi, melatih, dan memberdayakan kaum marjinal dengan keterbatasan fisik.

Saat itu, desa Sitalana, Tangerang jadi tempatnya melakukan aktifitas sosial ini. Setelah melakukan riset dan mencari pekerjaan apa saja yang bisa dilakukan masyarakat di sana, ia pun memilih program pelatihan menjahit hijab manik. Respon negatif pun ia dapatkan dari masyarakat saat pertama kali menawarkan program ini. Sampai pada akhirnya, ia berhasil mengubah mindset orang-orang di sana.

Dari pelatihan dan pemberdayaan masyarakat marjinal ini, ia berhasil meraih kesuksesan dalam berbisnis hijab. Namun, kesuksesan finansial ini hanyalah bonus dari kepedulian sosialnya. Kesuksesan utama dari apa yang dilakukan Hafiza adalah tumbuhnya rasa kemandirian dari masyarakat tadi.

Mereka bertiga hanyalah sebagian kecil dari pengusaha muda Indonesia yang berhasil meraih kesuksesan. Jangan cuma membaca dan menyaksikan kesuksesan mereka dari jauh. Jadilah bagian dari mereka yang tercatat sebagai pemuda sukses dengan terus belajar dan jangan pernah takut gagal.

 

sumber : paybill.co.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 3 =

Bergabung menjadi pengguna ONPAYS?